Tips Meningkatkan Berhitung Dalam Pelajaran Matematika

Tidak semua orang tertarik dan jago dalam pelajaran Matematika. Tetapi, tidak boleh jadi alergi dengan hitung-hitungan. Matematika itu fakta hidup. Dapat disebut sebagian besar sektor studi tidak terlepas dari matematika atau hitung-hitungan.

Masak iya, kalian harus melepaskan harapan kalian untuk masuk jalur Psikologi‍ atau menjadi Arsitek‍ sebab ada statistik dan hitung-hitungannya? Lagi, bagaimana jadi dengan test perguruan tinggi yang biasanya ada test Metematika? Ya, usaha.

Kemungkinan kalian memang tidak akan jadi pakar Matematika, atau ahli hitung-hitungan. Tetapi kalian bisa juga tingkatkan kekuatan kalian dengan beberapa hal di bawah ini.

 

Jangan Antipati

Beberapa orang yang berasa punyai permasalahan dengan hitung-hitungan. Faktanya, menurut Psikis Floss, di Amerika Serikat rupanya cuman seputar 6 % pelajar SD yang alami dyscalculia alias math dyslexia yang disebut semacam masalah dalam berhitung. Yang lain kemungkinan telah anti-pati lebih dulu dan pilih untuk “kabur” demikian dengar kata Matematika.

Sikap seperti ini yang menghalangi kalian meningkatkan kekuatan. Jika sudah tidak ketarik belajar, bahkan juga tidak ingin lakukan hitung-hitungan, sudah tentu kekuatan Matematika kalian tidak akan berkembang dan malahan condong turun. Jadi, tidak boleh kembali memandang pelajaran Matematika selaku bekas yang penting dijauhi ya. Lihatlah Matematika selaku salah satunya kunci kamu raih hari esok.

 

Kurangi Ketergantungan pada Kalkulator

Beberapa pelajaran dan test Matematika memang memperkenankan pemakaian kalkulator. Tetapi jika apa-apa serba gunakan kalkulator, bahkan juga untuk penghitungan yang sederhana, tidaklah aneh bila kekuatan dan kecermatan kalian dalam berhitung jadi bijak. Akhirnya, demikian ada hitung-hitungan tanpa kalkulator kalian jadi kerepotan. Seperti saat menghadapi soal cara mencari panjang kelas.

 

Pahami Satu Materi Dahulu

Salah satunya kekeliruan dalam belajar Matematika ialah cuman pelajari 1/2 dari materi. Waktu tidak dapat atau belum kuasai materi itu, telah loncat ke materi yang lain. Mengapa itu salah? Pada umumnya, materi pelajaran Matematika diatur dengan skema tertentu, yakni dari yang relatif simpel ke yang lebih susah.

Ada pula materi yang terkait satu dengan yang lain. Contoh kasarnya kurang lebih semacam ini:

  • Materi 1: A tingkat dasar
  • Materi 2: A tingkat pertengahan
  • Materi 3: A tingkat sulit
  • Materi 4: X = Materi A ditambah materi baru.

Jika belum memahami alias kuasai materi yang A tingkat landasan, tidak boleh mengharap untuk mengusai yang tingkat selanjutnya. Jadi walau telah jemu atau eneg, kamu perlu tetap pelajari materi landasan itu.

 

Perbanyak Latihan Soal

Saat kalian telah mempelajari dan kuasai materi, seterusnya kalian perlu banyak latihan. Sebab kunci hitung-hitungan dan Matematika ialah latihan. Makin banyak kalian kerjakan masalah dengan bermacam tingkat kesusahan, makin tinggi juga jam terbang kalian.

Berarti kalian dapat bisa lebih cepat, lebih cermat, serta lebih pahami masalah Matematika. Latihan ini penting khususnya buat kalian yang pengin tingkatkan kekuatan untuk hadapi test Matematika.

Jadi, memperbanyak kerjakan masalah latihan. Pelajari contoh soal dan cara menjawab. Bahkan juga bila perlu, mencari panduan. Tidak perlu pelatihan, kalian dapat diskusi dan belajar private sama rekan yang jago Matematika.

 

Rapikan Kertas Coretan

Soulmate kalian waktu belajar berhitung dan kerjakan masalah Matematika ialah kertas coretan. Tetapi karena sangat semangatnya, kertas corat-coret juga menjadi lebih serupa seperti code morse campur tulisan dokter.

Yang seperti ini nih, yang dapat membuat bingung dan mikir, “Eh, barusan gue pakai rumus yang mana, ya.” Or worse, “Lah, jawabnya barusan yang mana, ya?” *sembari memandang nanar kertas coretan*.

Tips-nya ialah, punyai 2 kertas waktu belajar: kertas coretan, dan kertas untuk menjawab pada jalan yang pasti. Sedang jika kembali ujian, cukup satu kertas coretan saja, agar lebih efektif waktu. Meskipun namanya coretan, mencorat-coretnya harus cukup lebih “civilized”.

Pertama berikan nomor atau pembatas, hingga hitungannya tidak kecampur-campur. Upayakan menulis satu arah, misalkan di atas ke bawah, dan tidak miring kiri kanan, plus kebolak-balik atas dan bawahnya. Soalnya, akan membuat pusing.

 

Pakai Dalam keseharian

Terakhir, pakai Matematika dan hitung-hitungan di kehidupan setiap hari. Tujuannya tidak untuk hitung berapakah jerawat kamu, ya. Kalian dapat menggunakan Matematika waktu hitung sale, pajak makanan kalian restaurant, hitung-hitung luas ruang, menghitung cara mencari panjang kelas dan lain-lain.

 

Ternyata Matematika dan hitung-hitungan benar-benar dekat sama kehidupan kita. Selamat mempraktikkan dan belajar yaa, tetap semangat!

 

Leave a Reply