Perbedaan Pegawai Tetap dengan Kontrak yang Perlu Anda Pahami

Menjadi pegawai masih adalah hal yang wajar didambakan oleh beberapa karyawan. Bagaimana tidak? Dengan jadi pegawai masih, ada beberapa keuntungan yang dapat didapat, di mana hal itu biasanya tidak dapat didapat karyawan kontrak.

Sayang, untuk menjadi karyawan tetap, seorang karyawan pasti harus penuhi beberapa syarat lebih dulu. Meskipun proses yang perlu dilewati tidak simpel, demikian telah jadi pegawai masih, karena itu usaha yang telah Anda kerjakan akan terbayarkan.

Memangnya, apa sich sebagai ketidaksamaan di antara jadi pegawai tetap dan pegawai kontrak? Nah, supaya Anda tidak sampai salah pemahaman, berikut paparan dari https://karyawan.co.id untuk menjawab pertanyaan itu.

 

Perbedaan Pegawai Tetap dan Kontrak

Dengan singkat, yang disebutkan dengan pegawai tetap ialah mereka yang ditempatkan kerja tanpa ada batas atau periode waktu. Nah, bila Anda dengan status selaku pegawai masih, karena itu pastinya gaji karyawan itu berbeda yang bersatatus kontrak. Dan Anda pun akan mendapatkan tunjangan tetap dari perusahaan, seperti pesangon.

Sebaliknya, pegawai yang posisinya kontrak cuman bekerja dengan periode saat yang telah disetujui bersama perusahaan. Disamping itu, pegawai tipe ini masuk juga jadi sisi PKWT atau Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, di mana periode waktunya hanya terbatas sampai tiga tahun saja.

 

Saat Terjadinya PHK

Saat hadapi dengan PHK, jelas sudah jika pegawai masih semakin lebih diuntungkan dibanding dengan pegawai kontrak. Masalahnya sama seperti yang telah disebut awalnya, pegawai masih mempunyai beberapa keuntungan dari perusahaan.

Salah satunya yang memberikan keuntungan untuk pegawai masih yaitu ada pesangon dari perusahaan. Selain itu, ada juga pergantian hak. Misalnya yakni cuti yang dapat Anda cairkan, dan uang penghargaan jika Anda sudah jadi pegawai dari perusahaan itu lebih dari tiga tahun.

Lantas bagaimanakah dengan pegawai kontrak? Keuntungan yang begitu tidak diterima oleh pegawai kontrak. Bahkan juga, kecuali tidak bisa pesangon, beberapa perusahaan juga ada yang berlakukan mekanisme penalti bila pegawainya memundurkan diri saat periode kontrak sedang berjalan.

 

Perjanjian Kerja

Di antara pegawai masih dengan kontrak pasti ketidaksamaan di kesepakatan kerjanya. Simpelnya, kesepakatan kerja harus dipunyai oleh faksi pegawai atau perusahaan, dan berisi berkenaan apa-apa saja sebagai keharusan dan apa sebagai hak dari tiap-tiap faksi.

Nah, ada kesepakatan pekerjaan pasti berperanan penting di dunia kerja, sebab adalah landasan yang dapat jadikan jalinan di antara perusahaan dengan pegawai makin terukur, sekalian menghindar ada salah pengertian di antara kedua pihak.

Sama seperti yang telah sedikit diulas di pengertian simpel barusan, pegawai yang posisinya kontrak mempunyai PKWT, dan kesepakatan kerja tertera disitu. Untuk pegawai kontrak, periode kerja dipastikan dalam kesepakatan itu, dan pegawai tak perlu melalui probation atau periode eksperimen.

Bila pegawai kontrak mempunyai PKWT, karena itu pegawai masih mempunyai PKWTT, di mana kesepakatan itu tidak mengatakan batasan waktu kerja pegawainya. Dapat disimpulkan juga, pegawai dapat bekerja tanpa batasan waktu.

 

Jangka Waktu Kerja

Untuk menjadi pegawai masih, beberapa perusahaan ada yang berlakukan pengangkatan bila pegawainya telah berbakti sepanjang lima atau sepuluh tahun lebih dulu. Bahkan juga, ada juga yang semakin lama dari itu.

Hal yag begitu berlainan dengan pegawai kontrak, di mana mereka akan memperoleh kontrak yang karakternya periodik. Berarti, bila kontrak habis, karena itu ada peluang kontrak itu akan diperpanjang, atau malah disetop.

Satu info penting kembali, dalam UU Ketenagakerjaan, ada pernyataan yang menerangkan jika periode paling panjang dalam PKWT yaitu sepanjang dua tahun saja, dan ekstensi cuman dapat dikerjakan sekali, dan waktunya yakni cuman satu tahun saja.

 

Gaji dan Tunjangan

Saat mengulas permasalahan upah, di antara pegawai kontrak dengan masih sesungguhnya sedikit berlainan, sebab rerata perusahaan akan sesuaikan UMR. Namun, tidak dapat disangkal juga jika biasanya pegawai masih dapat memperoleh upah yang semakin tinggi dari UMR.

Tidak itu saja saja, kecuali upah, pegawai masih berkesempatan untuk dinaikkan upahnya selaku animo dari lembaga atau perusahaan, bila mereka memiliki kisah kerja yang memberikan kepuasan.

Selaku tambahannya, pegawai masih diberi bermacam sokongan kecuali upah. Misalkan yakni sokongan kesehatan, keselamatan kerja, sampai kematian. Hal itu kebalikannya dengan pegawai kontrak yang rerata cuman mendapatkan upah dasar saja.

 

Nah, sesudah pahami berkenaan perbedaan di antara pegawai tetap dan kontrak, bagaimana opini Anda? Apa saja jawabnya, satu perihal yang penting untuk dimengerti yaitu baik masih atau kontrak, bekerja dengan penuh tanggung jawab adalah kunci untuk raih keberhasilan.

Jadi, apa saja opsi atau posisi Anda, yok lagi tambahkan kualitas kerja supaya nantinya dapat capai keberhasilan. Semangat!

Leave a Reply