Cara Menulis Daftar Pustaka dari Internet, Jurnal dan Buku

Sebuah karya ilmiah harus memberikan sumbernya. Sumber berikut yang nanti diatur dalam perincian pustaka. Bagimana langkah menulis daftar pustaka yang betul? Dikutip dari wikipedia, Daftar Pustaka ialah tulisan yang tersusun diakhir satu kreasi ilmiah yang berisi nama penulis, judul tulisan, penerbit, identitas penerbit dan tahun keluar selaku sumber atau referensi seorang penulis.

Berdasar pemahaman itu karena itu kita ketahui jika daftar pustaka terus dicatat pada bagian akhir satu karaya, sama dalam keterangan awalnya jika daftar pustaka ada dibagian sesudah bab penutup (spesial pada tulisan laporan seperti skripsi, tessis, disertasi, dan lainnya).

Daftar pustaka berisi info mengenai penulis, judul tulisan (judul buku, atau artikel ilmiah sebagai rujukan), identitas penerbit, dan tahun tulisan. Ada pula info mengenai waktu pengutipan, ini umumnya dikerjakan bila penulis mencuplik sumber dari internet. Dimana dalam tulisan daftar pustaka penulis harus memberikan waktu penulis mencuplik sumber itu.

 

Tujuan Daftar Pustaka

Tujuan dari dibikinnya daftar pustaka pada tulisan kreasi ilmiah secara biasa ada dua, yakni:

  • Daftar pustaka dicatat buat memberi info ke pembaca mengenai gambaran secara detail dari sumber bacaan sebagai referensi penulis dalam membuat satu karya tulisan ilmiah.
  • Daftar pustaka dicatat dengan arah untuk mempermudah pembaca mendapati sumber asli dari info cuplikan yang dicatat dalam karya tulisan ilmiah.

 

Cara Membuat Daftar Pustaka

Ada banyak elemen yang dibutuhkan dalam cara membuat daftar pustaka dari internet, buku maupun jurnal, seperti nama penulis, tahun keluar, judul buku atau kreasi, tempat keluar dan nama penerbit. Di bawah ini cara-cara menulis daftar pustaka yang benar dan baik yang penting kalian pahami.

  • Susunan tulisan dalam perincian pustaka mempunyai posisi, seperti nama penulis, tahun keluar, judul, kota penerbit, dan nama penerbit.
  • Tulisan nama, tahun, judul dan penerbit disudahi dengan sinyal baca (.) dan nama kota penerbit di akhir dengan (:).
  • Tulisan nama pengarang bila mempunyai 2 suku kata atau bisa lebih, karena itu tulisan nama dibalik dan memberikan sinyal (,). Misalnya, nama pengarang ialah Milea Lela karena itu di daftar pustaka dicatat dengan Lela, Milea.
  • Bila ada 3 suku kata, karena itu nama paling akhir ditempatkan di muka dan dituruti sinyal (,). Misalnya: Yudhoyono, Susilo Bambang.
  • Bila pengarang ada dua orang, tulisan nama pengarang pertama dibalik. Lantas, tambahan kata ‘dan’ antara nama pengarang yang pertama dan ke-2 .
  • Tulisan daftar pustaka harus berurut A-Z dari huruf pada awal nama penulis.

 

Contoh Cara Menulis Daftar Pustaka

Nah, di bawah ini contoh langkah menulis daftar pustaka dari sumber buku, jurnal dan skripsi:

 

  1. Cara menulis daftar pustaka dari buku yang penting diingat ialah sinyal batasan dari setiap posisi elemen. Yakinkan untuk memakai sinyal (.)

Contoh:

-Laksamana, Adhi Bambang. 2016. Tutorial Perang. Jakarta: Gramedia.

-Husein, Hasan. dkk. 2007. Kelompok Doa-Doa. Edisi Ke-2 . Jakarta.

 

  1. Cara menulis daftar pustaka dari skripsi

Contoh:

Mustofa, Dimas Eva. 2011. Pojok Pandang Umum dalam Kanji (Riset Semiotika pada Buku Kanji Pictographix). Jakarta: Kampus Indonesia.

 

  1. Cara menulis daftar pustaka dari jurnal mempunyai ketidaksamaan pada elemen nama dan judul.

Unsur nama yakinkan penulis artikelnya bukan editor dari jurnal. Sedang, tulisan judul artikel diprioritaskan lalu diteruskan dengan tulisan sumber jurnal atau majalah yang berisi artikel itu.

Misalnya: Solikhan, Umar. 2013. “Bahasa Indonesia dalam Info dan Iklan di Ruangan Khalayak Kota Pangkalpinang” dalam Sirok Bastra: Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan Volume 1 (hlm. 123-129). Pangkalpinang: Kantor Bahasa Propinsi Bangka Belitung Kementerian Pengajaran dan Kebudayaan.

Demikian informasi yang bisa kami bagikan. Mudah-mudahan menolong beberapa pembaca saat menulis daftar pustaka.

Leave a Reply