Cara Membuat Sertifikat Tanah yang Dapat Anda Lakukan dengan Mudah

Sertifikat tanah ialah dokumen penting untuk pemilik property. Karena sertifikat ialah bukti yang dianggap hukum jika nama dalam sertifikat ialah pemilik yang syah dan diproteksi hukum. Tetapi tetap ada tanah yang masih belum bersertifikasi karena pemiliknya tidak tahu bagaimanakah cara membuat sertifikat tanah.

Pemilik property berbentuk tanah atau rumah, diharuskan mengurusi sertifikat pemilikan tanah ke Kantor Tubuh Pertanahan Nasional (BPN) di tempat. Karena tanah adalah properti yang bernilai tinggi dan harga jual tanah yang selalu naik setiap tahunnya. Kemungkinan ada yang bingung bagaimanakah cara membuat sertifikat tanah. Berikut ialah tutorial singkat bagaimana cara membuat sertifikat tanah.

 

Syarat Dokumen Administrasi

Pertama, melengkapi persyaratan document administrasi. Persyaratan ini mencakup data personal pemohon dan data property. Data pemohon mencakup:

  • Photo copy Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Photo copy Kartu Keluarga (KK) pemohon sertifikat
  • Photo Kopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

 

Sedangkan data properti yang perlu diikutkan adalah;

  • Bukti Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk tanah yang ada bangunannya
  • Akte Jual Beli (AJB), bila tanah didapat dari jual-beli.
  • Bukti pembayaran Pajak Penghasilan (PPh)
  • Bukti pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

 

Bila tanah itu didapat dari peninggalan, jadi tidak perlu bukti AJB. Tetapi perlu Surat Info Waris dan sertifikat yang diturunkan orangtua. Bila pengurusan ini Anda berikan ke notaris atau Petinggi Pembikin Akte Tanah (PPAT), masalahnya usai. Tetapi bila Anda urus sendiri, karena itu dapat Anda awali dengan dengan bertandang ke Kantor Tubuh Pertanahan Nasional (BPN) di tempat.

Jalur awali dengan bertandang ke loket permintaan sertifikat. Anda akan disuruh isi formulir dan mengikutkan document yang disebut sebelumnya. Di loket ini Anda akan disuruh bayar ongkos pengukur dan pengecekan tanah. Agenda pengukur tanah sesuaikan dengan agenda petugas pengukuran.

Kalau sudah sampai tanggal pengukur, karena itu petugas akan bertandang ke tanah dan menghitungnya. Sebagai pemohon, Anda harus datang. Pengukur umumnya didatangi saksi dan pengurus masyarakat di tempat. Misalkan ketua RT atau Lurah. Dari hasil pengukur ini bisa menjadi landasan Kantor BPN pusat mengeluarkan Sertifikat Tanah Hak Punya. Lantas bagaimanakah cara membuat tanah sertifikat yang berbentuk Sertifikat Tanah Girik?

Girik pada intinya ialah bukti kepatuhan bayar pajak tanah. Orang biasa mengatakan cuman pemilikan tanah secara tradisi. Sertifikat tipe ini ada saat sebelum kantor pertanahan.Pemilikan tanah mode ini belum terdaftar di kantor pertanahan.

Bila sertifikat masih berbentuk girik, langkah membuat sertifikat tanah harus diawali dengan bertandang ke kelurahan di tempat. Keperluannya untuk pastikan jika tanah yang akan Anda sampaikan bukan tanah yang dalam perselisihan. Anda akan disuruh membuat Surat Info Kisah Tanah dan Surat Info Kepenguasaan Tanah. Dari document ini, Lurah akan tanda-tangani Surat Info Tidak Perselisihan.

Berbekal document ini, Anda baru dapat ajukan sertifikat tanah girik ke Kantor BPN. Proses yang dilewati serupa dengan membuat sertifikat tanah biasa. Perbedaannya proses mengajukan ini untuk mengganti sertifikat girik jadi Sertifikat Hak Punya.

 

Biaya Mengurus Sertifikat Tanah

Berapakah biaya yang dibutuhkan mengurusi sertifikat ini? Ongkos registrasi di Kantor BPN sejumlah Rp50 ribu. Sedang ongkos pengukurnya merujuk pada Ketentuan Pemerintahan nomor 128 tahun 2015 mengenai Tipe dan Biaya atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berjalan pada Kementerian Agraria/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Ongkos ini bervariatif, bergantung luas tanah. Tetapi tutorial singkatnya memakai factor luas tanah (L) dan dan Harga Satuan Biaya Khusus (HSBKU). HSBKu ini nilainya berbeda tiap tahun.

 

Rumus Perhitungan Biaya

  • (L/500 x HSBKu) + Rp100 ribu. Ini berlaku untuk tanah dengan luas optimal 10 hektar.
  • (L/4.000 x HSBKu) + Rp14 juta, untuk tanah luas di antara 10 sampai seribu hektar.

 

Sedang untuk tanah dengan luas minimum seribu hektar rumusnya, (L/10.000 x HSBKu) + Rp134 juta. Untuk keperluan waktu, bila ketentuannya komplet dan prosesnya lancar, BPN pernah jadikan dapat memerlukan waktu sampai 98 hari.

 

Pengurusan sertifikat tanah ini akan semakin gampang dan singkat bila kelak sertifikat electronic mulai digerakkan tahun ini. Dengan ketahui langkah membuat sertifikat tanah jadi tidak ada argumen tidak untuk mengurusi sertifikat pada asset property Anda. Karena, karena ada bukti legal karena itu asset itu semakin bernilai.

Leave a Reply